Jika saya ditanya, apa tantangan terbesar yang pernah saya hadapi
saat presentasi? Maka tanpa ragu saya akan menjawab “saat melakukan
presentasi di hadapan audiens yang lebih senior dari saya.
Situasi semacam ini pernah saya hadapi. Deg-degan juga, namun karena
sudah mempersiapkan segalanya dengan matang, tahu bagaimana mengelola
perasaan saya, alhamdulillah situasi tersebut tidak pernah mengganggu
penampilan saya..
Bagi Anda yang punya pengalaman serupa, pasti tahu bagaimana rasanya.
Bagi Anda yang belum pernah merasakannya, tunggu saja saat itu
menghampiri Anda. Bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi kemungkinan itu
selalu ada. Apalagi bagi Anda yang ingin naik kelas, sudah pasti saat
itu akan datang. Jika Anda tidak tahu bagaimana menghadapi mereka,
kredibilitas Anda atau organisasi Anda akan menjadi taruhannya.
Lantas, bagaimana solusi menghadapi situasi tersebut.
Tidak sulit, saya akan bagi tipsnya untuk Anda. Dengan tips sederhana yang akan saya tunjukkan nanti, saya yakin Anda tetap mampu tampil percaya diri dan meyakinkan di hadapan mereka.
Tidak sulit, saya akan bagi tipsnya untuk Anda. Dengan tips sederhana yang akan saya tunjukkan nanti, saya yakin Anda tetap mampu tampil percaya diri dan meyakinkan di hadapan mereka.
Apa saja tipsnya, silakan Anda simak dalam ulasan berikut ini.
1. Jadikan Kredibel
Menjadi kredibel adalah mutlak. Dan supaya Anda memiliki kredibilitas itu maka lakukan dua hal berikut ini.
Pertama, persiapkan presentasi Anda dengan matang. Persiapan ini meliputi penguasaan materi dan cara presentasi. Untuk itu Anda harus latihan. Latihan di sini bukan hanya sekedar membaca materi, tapi benar-benar seperti Anda melakukan presentasi, lengkap dengan slide presentasi yang akan Anda gunakan.
Menjadi kredibel adalah mutlak. Dan supaya Anda memiliki kredibilitas itu maka lakukan dua hal berikut ini.
Pertama, persiapkan presentasi Anda dengan matang. Persiapan ini meliputi penguasaan materi dan cara presentasi. Untuk itu Anda harus latihan. Latihan di sini bukan hanya sekedar membaca materi, tapi benar-benar seperti Anda melakukan presentasi, lengkap dengan slide presentasi yang akan Anda gunakan.
Kedua, jaga penampilan Anda dengan baik. Saran terbaik gunakan
pakaian yang sama dengan audiens Anda, jangan di bawahnya. Akan lebih
baik jika satu tingkat di atasnya.
Selain itu sesuaikan juga dengan situasi presentasi Anda. Karena
situasi presentasi itu unik, biasanya mereka disesuikan dengan tema dari
kegiatan yang dilakukan. Karena itu sebagai presenter yang kredibel
Anda harus memahami ini dengan baik.
2. Manfaatkan waktu sebelum presentasi untuk mengenal mereka
Bersikaplah baik dengan cara menyapa audiens Anda, tunjukkan bahwa Anda adalah presenter yang ramah dan menyenangkan. Namun begitu ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.
Bersikaplah baik dengan cara menyapa audiens Anda, tunjukkan bahwa Anda adalah presenter yang ramah dan menyenangkan. Namun begitu ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.
Pertama, tunjukkan bahasa tubuh yang sama dengan mereka. Apa
maksudnya. Maksudnya begini, saat Anda menjabat tangan mereka, genggam
tangan mereka sekuat mereka menggenggam tangan Anda, posisikan tubuh
Anda seperti tubuh mereka. Ini penting, karena mereka akan melihat Anda
seleval dengan mereka.
Kedua, saat berbicara gunakan nada yang sama dengan nada yang mereka gunakan. Kalau bicara mereka tegas, maka Anda juga harus berbicara dengan tegas.
Kedua, saat berbicara gunakan nada yang sama dengan nada yang mereka gunakan. Kalau bicara mereka tegas, maka Anda juga harus berbicara dengan tegas.
Ketiga, jangan terlalu banyak bicara. Ingat tujuan Anda adalah
mengenal mereka, supaya Anda lebih rileks dan santai saat Anda berbicara
dengan mereka nantinya.
3. Manfaatnya sesi perkenalan di awal-awal presentasi Anda.
Memperkenalkan diri
di awal presentasi penting untuk membangun kedekatan dengan dan
kepercayaan mereka terhadap Anda. Karena itu manfaatkan waktu perkenalan
Anda sebaik mungkin.
Caranya adalah dengan menyebutkan nama Anda dan perusahaan Anda,
kalau Anda dari perusahaan atau instansi. Jika tidak sebutkan apa
profesi Anda. Setelah itu, ceritakan apa spesialisasi Anda. Kemudian
jelaskan secara singkat beberapa hal nyata yang sudah Anda lakukan di
bidang yang akan Anda presentasikan. Kalau Anda punya karya misalnya
buku atau yang lain Anda juga boleh menyebutkannya.
Tapi ingat, perkenalan Anda tidak boleh terlalu lama, selain itu
jangan juga berlebihan. Sampaikan saja yang perlu, jangan semua hal Anda
sampaikan.
4. Libatkan mereka dalam presentasi Anda
Ketahuilah semua orang ingin didengarkan, apalagi para senior yang memiliki segudang pengalaman. Karena itu libatkan mereka dalam presentasi Anda. Ajak mereka berinteraksi, minta mereka mengemukakan pendapat mereka, kemudian ajaklah audiens yang lain memberikan apresiasi terhadap pendapat mereka, misalnya dengan cara mengajak audiens yang lain memberikan tepuk tangan. Dengan demikian mereka akan menyukai Anda, mereka akan menganggap Anda peduli dengan mereka.
Ketahuilah semua orang ingin didengarkan, apalagi para senior yang memiliki segudang pengalaman. Karena itu libatkan mereka dalam presentasi Anda. Ajak mereka berinteraksi, minta mereka mengemukakan pendapat mereka, kemudian ajaklah audiens yang lain memberikan apresiasi terhadap pendapat mereka, misalnya dengan cara mengajak audiens yang lain memberikan tepuk tangan. Dengan demikian mereka akan menyukai Anda, mereka akan menganggap Anda peduli dengan mereka.
Itulah empat tips sederhana bagaimana menghadapi audiens yang lebih
senior dari Anda. Saya ingatkan sekali lagi empat hal itu adalah jadikan
diri Anda kredibel, manfaatkan waktu sebelum presentasi untuk mengenal
mereka, manfaatkan sesi perkenalan di awal presentasi dan libatkan
mereka dalam presentasi.
Bagaimana menurut Anda?
Atau Anda punya tips lain menghadapi audiens yang lebih senior? Silakan bagi melalui kolom komentar.
Atau Anda punya tips lain menghadapi audiens yang lebih senior? Silakan bagi melalui kolom komentar.
Tag :
Presentasi